PENDATAAN HEWAN KURBAN HARI RAYA IDUL ADHA 1441 H

Mendekati Hari Raya Idul Adha 1440 H, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pendataan hewan kurban di wilayah kerja Kabupaten Belitung. Sebelum dilakukan pendataan terlebih dahulu Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung sudah menyebarkan Surat Edaran Protocol Covid-19 di tempat penjualan hewan kurban kepada pelapak hewan kurban untuk mencegah penularan di lokasi-lokasi perdagangan hewan kurban.

Kegiatan pendataan dilakukan untuk memastikan jumlah hewan kurban jenis ternak sapi dan kambing yang ada di Kabupaten Belitung mencukupi kebutuhan masyarakat di hari raya Idul Adha 1441 H. Pendataan ternak sapi dan kambing pada lapak hewan kurban dimulai pada tanggal 06 Juli 2020 di lapak hewan kurban yang berada di Kecamatan Tanjungpandan. Untuk mempercepat pelaksanaan, kegiatan ini dibagi menjadi dua tim yang melakukan pendataan sesuai wilayah yang sudah dibagi. Pendataan lapak kurban meliputi : pemilik lapak hewan kurban, asal hewan, serta jumlah hewan. Berdasarkan hasil pendataan dilapangan sampai dengan tanggal 24 Juli 2020, diketahui ternak yang diperdagangkan sebagai hewan kurban didatangkan dari Lampung dan Madura, terdapat peningkatan jumlah ternak kurban yang masuk pada tahun 2020 dibanding tahun 2019.

Pendataan hewan kurban juga sebagai pedoman untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan hewan ternak. Sapi dan kambing yang ada dilapak penjualan hewan kurban diperiksa satu persatu oleh tim pemeriksa kesehatan ternak untuk didata dan diobati apabila ada ternak yang sakit. Pemeriksaan hewan kurban meliputi fisik yakni kulit, mata, gigi, hidung dan mulut dan lubang-lubang pada tubuh, termasuk umur hewan kurban.

Sapi dan kambing yang sehat akan diberi label sehat dan yang sakit setelah diobati akan diberi label dengan keterangan dalam pengobatan. Pemberian label sehat iniĀ  untuk memudahkan masyarakat yang akan membeli hewan kurban dalam memilih hewan yang sehat juga untuk membantu pedagang dalam menjual hewan karena masyarakat lebih yakin hewan yang dijual dilapak tersebut sudah diperiksa oleh dokter hewan.